"Di dalam situasi sekarang ini marilah kita jaga gawang memenangkan voting kenaikan harga BBM. Etika dan kaedah koalisi perlu kita jaga," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012).
Taufik mengajak partai koalisi tidak berpikir kepentingan jangka pendek menyelamatkan citra partai. Termasuk PKS yang maju mundur soal kenaikan harga BBM.
"Teman-teman partai yang lain jangan melihat ini jangka pendek. Tapi kepentingan bersama. Karena tidak pertama kali pemerintah menaikkan harga BBM," imbau Tafufik.
Kalau PAN sudah jelas mendukung kenaikan harga BBM. Meski ada suara sumbang Waketum PAN Dradjat Wibowo yang menolak.
"Ketua Umum PAN sudah arahkan. PAN melihat masalah BBM itu tidak hanya dialami negara kita. Ada krisis internasional yang dipicu krisis di selat Hormus. Tentunya itu menjadi hal yang harus secara bijak kita melihat kenaikan harga BBM tidak menjadi masalah pemerintah saja," ujarnya.
"Kami mengharap betul ada kelegowoan dari semua parpol dan elemen masyarakat. Sungguhpun. Tidak dikehendaki tapi harus ada jalan keluar yang baik manakala itu menyangkut kebijakan fiskal," sambung Taufik.
Anggota DPR berjumlah 560 orang. Terdiri dari anggota DPR dari Fraksi PD berjumlah 148 orang, disusul anggota Fraksi PG 106 orang, anggota Fraksi PDIP 94 orang, anggota FPKS 57 orang, anggota Fraksi PAN 46 orang, anggota Fraksi PPP 38 orang, anggota Fraksi PKB 28 orang, anggota Fraksi Gerindra 26 orang, dan anggota Fraksi Hanura 17 orang.
Anggota partai koalisi pendukung pemerintah berjumlah 6 partai yakni PD, Golkar,PKS, PAN, PPP, dan PKB. Jika keenam fraksi partai koalisi di DPR solid, total suaranya adalah 423. Artinya sudah cukup untuk meloloskan kenaikan BBM karena sudah lebih dari separuh anggota DPR sepakat dalam paripurna DPR.
(van/lh)











































