"Tadi kita sudah bincang dengan PMI, itu nggak ada. Yang ada (ambulans) hanya bawa mahasiswa yang kepedihan (kena gas air mata). Mahasiswa itu mungkin bawa-bawa batu, terus kebawa (ke ambulans)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/3/2012).
Dia menjelaskan PMI memang menyiapkan sejumlah ambulans di lokasi demo. Namun sejak awal ambulans tidak dimanfaatkan mahasiswa untuk menyimpan batu.
Seberapa banyak batu yang ditemukan di dalam ambulans? "Batu itu kadang-kadang (mahasiswa) bawa 2-3, mungkin kelihatan oh kok ada batu. Pihak PMI yang dikonfirmasi sudah meluruskan," kata Rikwanto.
Dia memastikan ada batu di dalam mobil PMI. Namun batu tidak sengaja dibawa ambulans. "Iya itu mobil PMI, ada tulisan PMI-nya," ucap Rikwanto.
Tudingan ambulans PMI membawa batu sebelumnya disampaikan Polda Metro Jaya. "Mobilnya sudah kita lihat tapi tidak kami tahan, karena kami mengira itu untuk membantu korban luka. Tapi kok, mobilnya bolak-balik dan ternyata mobil itu digunakan untuk bawa batu," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/3) malam.
7 Demonstran dibawa PMI dengan menggunakan ambulans menuju RSPAD karena terluka akibat bentrokan di Gambir. Saat di perjalanan polisi menyetop mobil tersebut dengan alasan mencari pelempar bom molotov. Polisi lalu meminta 5 orang demonstran dibawa ke mobil tahanan polisi, sementara 2 orang lainnya yang sedang pingsan diperkenankan dibawa ke rumah sakit.
Sejak semula, PMI menyebut 13 ambulans yang diluncurkan ke lokasi demo tidak digunakan untuk membawa batu. Ambulans hanya untuk mengangkut mahasiswa yang terluka.
(vit/nrl)











































