"Kemarin itu ada 7 orang korban gas air mata. Yang dua orang pingsan dibawa pakai mobil ambulans PMI. 5 Orang yang sadar lantas dibawa ke mobil tahanan polisi," ujar Sekretaris PMI DKI Jakarta Irwan Hidayat saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/3/2012).
Irwan menceritakan awalnya 7 demonstran ini hendak dibawa ke rumah sakit terdekat yakni RSPAD. Namun pada saat menuju ke rumah sakit, mobil ambulans distop oleh polisi. Polisi mengatakan salah satu dari demonstran yang berada di dalam ambulans adalah orang yang melempar bom molotov ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan terpaksa, lanjut Irwan, petugas mengantar 5 demonstran dengan ambulans lain ke mobil tahanan polisi.
"Kami sudah menjelaskan bahwa siapa pun yang sudah masuk ke dalam ambulans PMI, keselamatan jiwa adalah yang paling utama," ungkapnya.
Petugas PMI sudah menjelaskan hal itu kepada polisi, namun akhirnya 5 orang tersebut tetap dibawa ke mobil tahanan.
"Kami sudah menekankan kepada polisi. Akhirnya yang 5 tetap dibawa ke polisi dan dua orang yang pingsan kami antar ke RSPAD," ucapnya.
Sejumlah kalangan mengkritik tindakan represif terhadap aksi demo di Gambir kemarin. Tak cuma mahasiswa yang kena gebuk, wartawan yang sedang berdinas mengabarkan juga jadi korban. Polisi bahkan mengambil memory card salah satu jurnalis TV.
(gus/nrl)










































