"Rakyat jangan dibodohi dengan euforia seolah pro kenaikan tidak berpihak kepada rakyat. Banyak pengamat yang tidak clear menjelaskan termasuk Kwik, menyatakan bahwa hasil migas setelah subsidi masih surplus, pendapat itu 100% bener, tapi tidak dijelaskan bagaimana belanja APBN kita masih tergantung kepada surplus APBN,"kritiknya.
Hal ini disampaikan Marzuki kepada detikcom, Rabu (28/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau surplusnya turun artinya belanja harus dikurangi. Terserah apakah mengurangi subsidi, pendidikan, kesehatan atau infrastruktur atau sebagian pegawai negara dipecat. Tidak ada penerimaan PNS, kalau belum cukup, gaji dipotong, kalau belum cukup pendidikan dikurangi,"kata dia.
Karena itu dia berharap semua pihak berpikir jernih. Agar mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
"Kalau minyak naik terus, lama-lama kita tidak bekerja lagi, hanya untuk menutup subsidi saja,"tandasnya.
Usulan pemerintah tentang kenaikan BBM akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR pada Kamis (29/3/2012).
(van/nrl)











































