NU: Polisi dan Demonstran Harus Bisa Jaga Martabat Bangsa

NU: Polisi dan Demonstran Harus Bisa Jaga Martabat Bangsa

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2012 04:49 WIB
NU: Polisi dan Demonstran Harus Bisa Jaga Martabat Bangsa
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, menyesalkan terjadinya bentrokan antara polisi dan demonstran dalam aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan alasan menjaga martabat bangsa, polisi dan demonstran diminta untuk bisa menahan diri.

"Demonstrasi itu hak setiap warga negara, tapi tetap harus dilakukan dengan santun. Kalau demo jangan anarki. Begitu juga sebaliknya aparat yang menjaga jangan arogan," ungkap Said dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (27/3/2012).

Demonstrasi yang menolak rencana kenaikan harga BBM diwarnai bentrokan di sejumlah daerah. Salah satunya adalah bentrokan yang terjadi di Gambir, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, massa dari Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) didesak mundur oleh aparat kepolisian di sekitar Stasiun Gambir. Lemparan batu dari mahasiswa dibalas dengan semprotan air dari water canon dan tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

"Bentrokan seperti itu pastinya juga menjatuhkan martabat bangsa. Jika demonstran dan polisi sebagai aparat bisa saling menahan diri, tentunya itu akan lebih baik," tandas Said.

Said berharap, jika demonstrasi kembali terjadi, kiranya bentrokan dapat dihindari. Polisi, lanjut Said, juga diminta untuk tidak reaktif dalam menangani massa.

"Intinya demonstran dan polisi harus bisa sama-sama menjaga martabat bangsa," pungkasnya.

(mok/mok)


Berita Terkait