Saat bentrokan terjadi, barikade polisi yang dilengkapi tameng dan bersenjatakan gas air mata, serta dua mobil water canon tidak dapat menghentikan amukan mahasiswa. Meskipun berhasil memukul mundur gerombolan mahasiswa UIN Alauddin, barikade pasukan Brimob tetap mendapat perlawanan dari puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah, yang bertahan di dekat kampusnya. Pasukan anti huru-hara Brimob Polda Sulsel tidak henti-hentinya menghujani mahasiswa dengan tembakan gas air mata, Selasa (27/3/2012).
Sebelum pihak kepolisian menarik mundur pasukannya, mahasiswa sempat terlibat perang batu dengan puluhan warga pengguna jalan yang kesal terjebak macet akibat adanya aksi demo mahasiswa. Namun, perlawanan koalisi warga dan polisi berseragam sipil bisa diatasi oleh mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kedua pihak melakukan negosiasi yang alot di pertigaan jalan AP Pettarani dan jalan Alauddin, akhirnya polisi membebaskan 8 mahasiswa yang sempat diamankan saat bentrokan terjadi. Ke-delapan mahasiswa itu kemudian dijemput oleh rekan-rekannya dan berbarengan kembali ke kampusnya.
Selain sempat mengamankan 8 mahasiswa, polisi juga mengamankan seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Serda Syamsu Alam, dari resimen Zipur, karena ikut melempari polisi bersama mahasiswa UIN. Syamsu Alam yang berkepala cepak ini sempat jadi bulan-bulanan polisi dan warga. Setelah diperiksa, Syamsu Alam kemudian dijemput oleh rekannya.
(mna/mok)











































