Duh! Peliput Demo Konami di Gambir Sempat Dipukuli Polisi

Duh! Peliput Demo Konami di Gambir Sempat Dipukuli Polisi

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2012 18:16 WIB
Duh! Peliput Demo Konami di Gambir Sempat Dipukuli Polisi
Jakarta - Meski sempat diguyur hujan, namun situasi di Gambir, Jakarta Pusat, sempat memanas. Hal itu terjadi saat massa Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) menggelar demonstrasi. Saat aksi berlangsung, beberapa wartawan sempat dipukuli polisi.

"Tadi lagi ambil gambar terus dihalangi sama (polisi) yang pakai tameng. Kedorong, jatuh, lalu saya marah-marah. Malah saya dikejar terus dipukuli," ujar Riris, kamerawan Global TV, di lokasi demo, Selasa (27/3/2012).

Seorang teman lantas membantunya kabur. Namun entah bagaimana pria tersebut malah tertangkap polisi. Saat itu tutup kameranya rusak dan putus. "Terus saya sempat dipukul pakai rotan," imbuh Riris yang kemudian kabur ke arah Stasiun Gambir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain tutup lensa hilang, Riris juga kehilangan jaketnya. Riris juga tidak tahu berapa kali dirinya dipukuli. Yang jelas saat polisi memukul, dia langsung berusaha lari.

"Saya teriak 'saya wartawan, saya wartawan', tapi tetap saja (dipukuli)," papar Riris.

Kiki, wartawan harian Lampu Hijau, juga menjadi korban 'keganasan' polisi yang menjaga aksi. Dia menuturkan, saat mahasiswa dikejar dan ada yang dipukul polisi, dirinya mengabadikan peristiwa itu. Namun tak lama Kiki malah dikelilingi polisi.

"Mereka minta suruh hapus. Saya tunjukin delete all, polisi langsung mau membanting kamera saya. Tapi tali kamera di tangan saya, jadi nggak sampai ke tanah, lalu saya tarik MMC card saya, saya kantongi dan nggak jadi diambil," kisah Kiki.

Kepala Kiki juga sempat dipukul polisi. Untungnya Kiki mengenakan helm, sehingga kepalanya aman.

"Saya nggak tahu dipukul pakai apa. Rambut saya dijambak-jambak. Untung nggak ada yang rusak," ucap pria berambut gimbal sepundak ini.

Sedangkan Adi Hartanto, kamerawan tvOne, sempat dipojokkan aparat di suatu titik menuju Pejompongan. Kamera yang dibawanya kemudian disenggol dengan bambu dan pegangannya disodok dengan tameng.

"Waktu itu polisi mau nyerang mahasiswa. Saya lagi me-record mahasiswa yang ditangkap dan dipukuli. Yang mojokin saya 10 orang," tutur Adi.

Adi juga sempat dokejar polisi. Kemudian memori card dari kamera wartawan tersebut diambil polisi.

Pada Senin (26/3) kemarin, Dewan Pers mengeluarkan seruan bahwa wartawan memperoleh perlindungan dari tindak kekerasan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja serta tidak boleh dihambat dan diintimidasi oleh siapa pun. Wartawan juga diharapkan mengutamakan keselamatan diri terutama dari bahaya yang dapat menghilangkan nyawanya sendiri.

(vit/nrl)


Berita Terkait