"Mohon maaf, fraksi kami tidak berhasil karena kami minoritas," kata Rieke di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2012).
Namun Rieke berharap rapat paripurna, Kamis (29/3) dapat menjadi perjuangan terakhir menolak kenaikan harga BBM yang besarannya mencapai Rp 6 ribu per liter dari semula Rp 4.500.
"Saya meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama-sama agar DPR berpihak menolak kenaikan harga BBM," tuturnya.
Dia kembali menegaskan opsi menaikan harga BBM untuk menyelamatkan postur anggaran belanja negara merupakan kebijakan yang malah memberatkan beban ekonomi masyarakat.
(Harga BBM) sudah 7 kali naik dalam pemerintahan SBY, tapi tidak membuktikan bahwa rakyat jadi sejahtera," pungkasnya.
(fdn/gun)











































