"Dia stres karena ditolak pacarnya," jelas Siti Aisyah (40), tetangga Iwan di Ciomas saat ditemui di lokasi, Selasa (27/3/2012).
Iwan sehari-hari yang santun, setelah mengalami gangguan jiwa berubah menjadi tidak terkendali. Dia kerap menggoda gadis-gadis dan ibu-ibu yang melintas di depan rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi anak kedua dari enam bersaudara itu dianggap biasa warga. Karena kalau dia menggoda-goda dan berbuat jahil, begitu dimarahi dia langsung pergi. Tapi entah kenapa, pagi ini Iwan di luar kendali.
"Dia bawa golok dan menyerang orang yang dia temui," jelas Aisyah.
Amukan Iwan, setelah membacok 10 orang korban di antaranya anak-anak, berakhir setelah warga bertindak. Warga mengepung Iwan dan melumpuhkannya. Kemudian, Iwan diikat dan dibawa menggunakan kendaraan menuju Polsek Ciomas.
Raut wajah Iwan pun seolah tidak bersalah. Walau bogem mentah sempat mendarat di wajahnya, dia diam saja. Di Polsek pun dia tidak berekspresi. Saat petugas memasukkannya ke ruang tahanan, Iwan langsung merebahkan tubuhnya. Dia hanya tidur-tiduran saja di tahanan, tanpa menghiraukan situasi di sekelilingnya.
(ndr/nvt)











































