"Nggak ada (potensi) ya, belum ada indikasi ke arah situ. Walaupun demikian, kita tidak underestimate untuk perkirakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan, Selasa (27/3/2012).
Rikwanto mengatakan, pihaknya tetap berharap agar massa tidak melakukan aksi anarki. Polisi mengancam akan melakukan tindakan tegas hingga pembubaran paksa bila massa berubah rusuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan di luar orasi, akan diperingatkan oleh aparat kepolisian. "Kalau diingatkan tidak mengerti, kita bubarkan. Pembubarannya juga ada tahapan-tahapannya," katanya.
Dalam pembubaran ini, kata dia, dilakukan dengan tahapan-tahapan terukur. Pembubaran dilakukan dengan tingkatan eskalasi massa.
"Di situ ada formasi-formasi untuk membubarkan, kalau di situ ada perlawanan, petugas berhak melakukan penangkapan. Dalam pembubaran itu juga belum tentu chaos atau anarki, pembubaran itu agar dia tidak berdiam di situ terus," paparnya.
Ia menegaskan, bila massa sudah anarki, maka pihaknya akan melakukan penangkapan secara terukur. "Itu kan sudah melanggar hukum, kalau begitu harus ditangkap. Nangkap itu, kan ada tahapannya terukur," katanya.
Hari ini, ribuan orang yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM yang jatuh pada tanggal 1 April mendatang. Pusat konsentrasi massa akan terjadi di Istana Merdeka, gedung DPR, kantor pemerintahan, kantor Pertamina dan sejumlah objek vital lainnya.
Aksi demo ini akan mendapatkan pengamanan dari aparat gabungan TNI/Polri sebanyak 30 ribu orang. Para petugas akan disebar di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa tadi.
(mei/nrl)











































