Asal Solid, Partai Koalisi Mudah Loloskan Kenaikan Harga BBM

Asal Solid, Partai Koalisi Mudah Loloskan Kenaikan Harga BBM

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2012 09:38 WIB
Asal Solid, Partai Koalisi Mudah Loloskan Kenaikan Harga BBM
Jakarta - Kenaikan harga BBM akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR. Kemungkinan akan diputuskan melalui mekanisme voting. Seperti apa hitung-hitungannya?

Anggota DPR berjumlah 560 orang. Terdiri dari anggota DPR dari Fraksi PD berjumlah 148 orang, disusul anggota Fraksi PG 106 orang, anggota Fraksi PDIP 94 orang, anggota FPKS 57 orang, anggota Fraksi PAN 46 orang, anggota Fraksi PPP 38 orang, anggota Fraksi PKB 28 orang, anggota Fraksi Gerindra 26 orang, dan anggota Fraksi Hanura 17 orang.

Rapat paripurna DPR menyangkut kenaikan harga BBM rencananya akan digelar pada Kamis (29/3). Jika suara partai koalisi dalam voting kenaikan harga BBM solid, maka kenaikan harga BBM otomatis lolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota partai koalisi pendukung pemerintah berjumlah 6 partai yakni PD, Golkar,PKS, PAN, PPP, dan PKB. Jika keenam fraksi partai koalisi di DPR solid, total suaranya adalah 423. Suara ini sudah lebih dari cukup untuk meloloskan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, karena sudah melampaui 50 persen +1 dalam rapat paripurna DPR. Gabungan 3 partai yang menolak kenaikan BBM yakni PDIP, Hanura, dan Gerindra, hanya 137 suara.

Optimisme pun datang dari partai anggota koalisi. FPPP DPR, misalnya, yakin sekali kebijakan kenaikan harga BBM akan mulus melalui paripurna DPR. Rapat Setgab koalisi Senin (26/3) malam memang mengambil sejumlah keputusan penting. Termasuk kesepakatan mengamankan voting demo kenaikan harga BBM di rapat paripurna DPR.

"Saya rasa seluruh fraksi di Setgab sudah satu suara dalam voting," kata Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi, kepada detikcom, Selasa (27/3/2012).

Keputusan rapat Banggar dengan pemerintah memang membawa pembahasan kenaikan harga BBM ke paripurna DPR. Mengingat tiga fraksi menolak kenaikan harga BBM, sangat mungkin kebijakan yang menuai demo besar-besaran ini akan diputuskan melalui mekanisme voting di paripurna DPR pada Kamis, 29 Maret 2012 mendatang.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads