"Dengan mengalokasikan dana pengurangan subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur dan peremajaan angkutan umum, seperti kereta komuter dan bus kota , maka semua warga masyarakat tidak mengenal kaya atau miskin bisa merasakan manfaatnya. Jadi ini pilihan, kalau ada warga masyarakat yang tetap mau menggunakan kendaraan pribadi, sementara kendaraan umum sudah baik dan nyaman, maka itu menjadi pilihan bagi mereka yang mampu untuk menggunakan kendaraan pribadi namun harus membayar BBM tanpa subsidi," kata Marzuki kepada detikcom, Selasa (27/3/2012).
Perbaikan sarana transportasi umum dan infrastruktur, menurut Marzuki, akan banyak penggunan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Sehingga dia berharap korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pun akan dapat diminimalisir.
"Saya rasa lebih tepat kalau subsidi diberikan kepada layanannya bukan barangnya dalam hal ini lebih baik subsidi digunakan untuk layanan kendaraan umum daripada BBM. Setiap kali BBM bersubsidi dinaikan harganya terbukti tidak mengurangi juga penggunaan kendaraan pribadi.Masyarakat tidak punya pilihan untuk menggunakan transporatasi umum karena tidak aman dan nyaman. Tujuan mengurangi penggunaan BBM pun jadi seperti percuma. Ini saya pikir banyak diterapkan di banyak Negara,"katanya.
Terakhir Marzuki menjelaskan jika layanan umum sudah baik dan manusiawi, maka dirinya pun akan beralih menggunakan transportasi umum.
"Kalau layanan sudah baik, maka saya akan menggunakan transportasi umum untuk menjalankan tugas-tugas saya. Saya pikir banyak pejabat nanti yang akan seperti itu. Saya selama ini juga kerap menggunakan transportasi umum seperti kereta api atau pesawat dan tidak memaksakan naik kendaraan pribadi atau dinas untuk menjalakan tugas-tugas saya ke daerah,"tandasnya.
(van/mei)











































