"Kalau pemimpin lemah, pasti akan dimakan birokrasi. Dia akan tunduk pada birokrasi. Ini yang sering menjadi penghambat (pembangunan)," kata Cawagub DKI Didik J Rachbini ketika berkunjung ke detikcom, Senin (26/3/2012).
Solusinya menurut Didik, pemimpin harus mampu menaklukkan birokrasi. Hanya pemimpin yang tegas yang mampu menaklukkan birokrasi sehingga dapat menjalankan pemerintahan dengan efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh lain, pembangunan busway dan penataan taman Monas yang dinilai berhasil karena ketegasan Sutiyoso. Hal sama, kata dia, juga ditunjukkan Jusuf Kalla ketika menjabat Wapres. Banyak program pemerintah yang dinilai berhasil.
"Karena ada pola tadi yaitu menaklukkan birokrasi. Dalam masyarakat Indonesia, komando memang masih penting," jelas Didik.
Ketua Majelis Wali Amanah IPB ini juga menuturkan kehadiran dirinya berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid untuk saling melengkapi. Hidayat menurut Didik, mempunyai kemampuan sebagai gubernur dengan karakter demikian.
"Saya dengan Pak Hidayat saling melengkapi. Mempunyai pola kepemimpinan masing-masing yang saling mengisi," tuturnya.
Didik J Rachbini yang merupakan kader PAN dipasangkan sebagai cawagub DKI mendampingi Hidayat Nur Wahid untuk maju di pilkada DKI Jakarta. Pasangan Hidayat-Didik ini diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
(rmd/lh)











































