Presiden Terpilih Diharap Perhatikan Komposisi Kabinet

Presiden Terpilih Diharap Perhatikan Komposisi Kabinet

- detikNews
Jumat, 06 Agu 2004 23:37 WIB
Jakarta - Direktur Jakarta Consulting Group AB Susanto mengharapkan presiden terpilih memperhatikan komposisi kabinet. Jangan sampai orang-orang kotor dan sudah diketahui track record yang jelek diberikan tempat dalam pemerintahan mendatang. Karena dari komposisi kabinet sekarang, hanya sekitar 15% yang layak dipertahankan."Kalau kabinet bersih, maka harus diisi orang-orang yang bersih. Orang yang kotor jangan sampai masuk dalam kabinet. Kata AB Susanton dalam konferensi pers di kantor JCG, Wisma BNI 46, jalan Jend Sudirman, Jakarta Pusat. AB Susanto didampingi Koordinator ICW Lucky Djani dan General Manager JCG Himawan.Selain itu, struktur kabinet kelak sebaiknya menteri koordinator (menko) ditiadakan. Berdasarkan pengalaman selama ini Menko kurang berfungsi dan menimbulkan miskoordinasi antara menteri dan presiden. Karena ada institusi lain yaitu menko yang kadang kurang memahami persoalan yang sebenarnya."Rantai komando kabinet jangan terlalu panjang,"ujar AB Susanto.AB menilai dari menteri yang ada, yang layak dipertahankan hanya sekitar 15%. Dalam analisisnya, AB Susanto mengemukakan struktur kabinet Indonesia Raya, dimana didalamnya ada 3 kelompok yang terdiri dari 26 menteri. Pertama, kelompok maintenance, terdiri dari menteri pertahanan dan keamanan, menteri luar negeri, menteri dalam negeri, menteri keuangan, menteri kehakiman dan HAM, menteri Agama, dan menteri sosial.Kedua, kelompok development terdiri dari menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri SDM dan kependudukan, menteri pemukiman dan infrastruktur, meneg komunikasi dan informasi, meneg UKM, meneg Lingkungan Hidup, menteri olahraga atau ketua koni, meneg perencanaan atau kepala bapenas.Ketiga, kelompok enterprernership terdiri dari menteri pertanian, menteri pergadangan dan industri, menteri kehutanan dan perkebunan, menteri kelautan dan perikanan, meneg ESDM, men kebudayaan dan pariwisata, dan pejabat setingkat menteri seperti jaksa agung, panglima TNI, Kapolri, Kabin.Menurut AB bila kompisisi tersebut diisi oleh orang profesional maka terjadi koordinasi yang efektif antara presdiden dan para pembantunya. Yang terpenting dalam merekrut menteri tidak cukup track record jadi pertimbangan. Meski baik, yang perlu dijaga adalah komitmen agar tidak tergoda untuk melakukan tindakan kolusi dengan siapapun.Semenatra itu Himawan menambahkan bahwa perlu ditekankan orang-orang yang masuk dalam kabinet memiliki moral dan spiritual yang dapat dipertanggtungjawabkan sehingga kombinasi keduanyas jadi hal yang sangat penting. (dni/)


Berita Terkait