Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menyatakan, pilihan memaksa massa untuk mundur merupakan langkah taktis aparat keamanan. "Kalau anarki, kita ambil tindakan," kata Wisjnu di Bandara Polonia, Selasa (26/3/2012).
Wisjnu menegaskan pihaknya sudah memberi toleransi walau massa berdemo di bandara yang merupakan objek vital. Namun tindakan mahasiswa yang akan berupaya masuk dinilai tidak dapat lagi dibiarkan. Itu sebabnya aparat keamanan bertindak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi dan pasukan TNI yang mengenakan perlengkapan anti huru-hara kemudian memaksa massa mundur. Massa juga disiram dengan air dari water canon dan dilepaskan juga gas air mata.
Massa yang kucar-kacir kemudian membalas tindakan itu dengan melemparkan batu. Batu-batu itu antara lain bersumber dari pot-pot bunga ukuran besar yang dihancurkan pendemo. Bentrokan terhenti setelah polisi menahan diri dengan tidak mengejar para demonstran.
(rul/lh)










































