Dua Tukang Gali Tewas Tertimbun Galian Longsor Di Bandung
Jumat, 06 Agu 2004 22:31 WIB
Bandung -
Galian pemasangan pipa PDAM di Bandung memakan korban. Apit (19) dan Rohid (27), tukang gali asal Garut, tewas tertimbun longsoran tanah. Keduanya tewas setelah tertimbun longsoran tanah sekitar satu jam, Jumat (6/8/2004) malam. Kini jenazah mereka dibawa ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Galian pipa terletak di persimpangan Jl Cikapayang dan Jl Ir H Juanda Bandung di bawah jembatan Layang Jalan Tol Pasteur-Surapati (Pasupati). Tiga orang lainnya, yakni Eeng, Sakim dan seorang pekerja yang belum ketahuan identitasnya, yang ikut tertimbun longsoran setinggi paha selamat. Ketiganya sempat dilarikan ke RS Boromeus yang berjarak ratusan meter dari tempat kejadian. Emuh (46) saksi mata, seorang tukang gali tanah mengatakan pada wartawan di tempat kejadian bahwa mereka sedang bekerja untuk memasang pipa PDAM dengan diameternya sekitar 60 cm, yang harus digeser serta diganti akibat pembangunan Jalan Tol Pasteur-Surapati (Pasupati). Penggaliannya sendiri sudah dimulai sekitar satu bulan lalu dimulai dari Jl Dago, Jl Tamansari dan akan berlanjut hingga Jl Pasteur.Jumat (6/8/2004) malam sekitar pukul 18.30 WIB pekerjaan mulai masuk tahap pemasangan pipa di kedalaman 4 meter daerah galian seluas 2,5x2,5 meter pesergi. Emuh menuturkan, ada 10 orang sedang bekerja dalam galian tersebut, dan Apid dan Rohid berada di bagian paling bawah ketika tiba-tiba tanah galian longsor menimpa pekerja yang tengah berada di dalamnya.Sementara, Juju (36) mandor proyek tersebut menerangkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan bersama oleh 17 pekerja tukang gali dan tiga tukang las untuk memperbaiki pipa air bersih milik PDAM. Pipa lama yang telah ada di dalam tanah di bawah tersebut rencananya akan dikeluarkan karena sudah bocor dan diganti dengan pipa baru yang disambungkan dengan mengelasnya.Juju sendiri saat kejadian mengaku sedang istirahat untuk makan dan solat Maghrib. Sedikitnya, menurut Juju, Sakim tukang las dengan dua pembantunya bersama dua tukang gali yakni Apit dan Rohid tengah bekerja di dalam galian sedalam 4 meter tersebut."Memang kami harus bekerja lebih cepat untuk mengejar target," kata Juju.Kejadian berlangsung cepat, tiba-tiba tanah dipinggiran galian tersebut longsor. Naas, lima pekerja tertimbun longsoran galian tersebut. Apit dan Rohid seluruh tubuhnya tertimbun tanah. Tiga lainnya beruntung hanya tertimbun tanah sebatas dada.Para pekerja lain yang tengah istirahat langsung memburu datang dan menolong. Mereka berhasil mengangkat Sakim, Eeng, serta satu orang yang belum diketahui identitasnya dari timbunan. Sementara, untuk mengeluarkan Apit dan Rohid berlangsung hampir satu jam. Keduanya ditemukan tertimbun tanah sedalam 1 meter.Kedua jenazah pekerja galian asal Garut tersebut kemudian dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung, sedangkan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di RS Borromeus Bandung yang jaraknya tak jauh dari lokasi kejadian.Walikota Dada Rosada sempat mendatangi lokasi longsoran yang berada tepat di bawah Jalan Tol Pasupati yang sedang dalam tahap pemasangan landasan jalan layang. Di atas ruas Jalan Dago, bagian Jalan Tol Pasupati merupakan jembatan layang yang melintang dari arah Jalan Cikapayang."Ini jelas murni kecelakaan, tapi nanti saya tanya dulu pimpinan proyeknya kenapa kok ini bisa terjadi," kata Dada pada wartawan yang sempat berada di lokasi longsoran selama 5 menit.Di tempat terpisah, Kapolresta Bandung Tengah AKBP Irwanto di lokasi kejadian mengungkapkan adanya indikasi kelalaian dalam kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut. "Tidak ada alat pengaman yang mencegah tanah galian supaya tidak ambruk ke dalam lobang galian," katanya."Kami harus menindak lanjutinya, karena dalam kasus ini ada kelalaian, yang masih kita lacak siapa yang harus bertanggung jawab," kata Irwanto.Sedikitnya, empat orang yaitu Juju, dua karyawan kontraktor yang mengerjakan proyek PDAM Kota Bandung tersebut yakni Agus Jalaludin dan Rukmana beserta Pimpinan Proyek Eko diperiksa oleh pihak Polresta Bandung Tengah.
(dni/)










































