Thailand Akan Bergabung dalam Patroli Malsindo di Selat Malaka

Thailand Akan Bergabung dalam Patroli Malsindo di Selat Malaka

- detikNews
Jumat, 06 Agu 2004 20:57 WIB
Jakarta - Thailand akhirnya berniat gabung dalam Coordinating Patrol (Patroli Terkoordinasi) dengan Malaysia, Singapura dan Indonesia (Malsindo) dalam mengamankan Selat Malaka. Selain Thailand, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara sedang dijajaki untuk bergabung, termasuk India dalam mengamankan perairan Andaman."Saya laporkan kepada Panglima TNI bahwa Thailand sudah bersedia bergabung," jelas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh kepada wartawan usai peresmian tiga kapal perang di atas KRI Tanjung Dalpele, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (6/8/2004).Kesedian Thailand untuk bergabung dalam pengamanan Selat Malaka, jelas KSAL, setelah dua hari peresmian Patroli Terkoordinasi atau Malsindo. Saat itu, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto memberikan izin dan perintah agar dirinya bertemu dengan KSAL, Panglima dan Menteri Pertahanan Thailand.Tim Mabes AL yang dikirim pertama kali awalnya hanya memberikan penjelasan tentang patroli Malsindo yang merupakan Patroli Terkoordinasi dan bukan merupakan Joint Patrol atau Pakta Pertahanan baru di kawasan ASEAN. Setelah itu, lanjut KSAL, akan ada pertemuan kedua dengan Thailand untuk membicarakan jumlah kapal dan areal patroli bersama yang akan dilakukan nanti.Saat ini yang sedang dijajaki adalah kerja sama serupa dengan pihak India guna melakukan pengamanan di Perairan Andaman. Begitu juga dengan Brunei dan Filipina. Untuk, Filipina sendiri memang belum ada rencana kearah tersebut, namun dengan Brunei baru memberikan penjelasan-penjelasan mengenai Patroli Malsindo.Dijelaskan KSAL, selama dua pekan diberlakukannya Patroli Malsindo, sudah dua kali berhasil menggagalkan perompakan di laut Selat Malaka. Diantaranya, berhasil menyelamatkan kapal berbendera Filipina dan Korea, serta memeriksa ratusan kapal.Walau begitu, diakui KSAL, masih ada kendala dalam operasi bersama tersebut, yaitu kendala komunikasi antar pangkalan angkatan laut ketiga negara di Lumut (Malaysia), Changi (Singapura), Batam dan Belawan (Indonesia). Kendala terutama pada frekuensi komunikasi yang masih kacau, tapi untuk komunikasi antar kapal ketiga negara tidak mengalami masalah."Oleh sebab itu, kemarin setiap asisten operasi ketiga negara melakukan komunikasi kembali melalui telepon guna mengadjust frekuensi yang kurang pas," katanya. (zal/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini