"Demo PDIP anti anarkis," kata politisi PDIP Sayed Muhammad Muliady di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Dia menyatakan, tujuan unjuk rasa semata-mata untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa mayoritas masyarakat keberatan terhadap kenaikan harga BBM per 1 April mendatang. Sejalan dengan itu, politisi PDIP di DPR terus memperjuangkan agar rencana tersebut dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung pernyataan Wasekjen DPP PD Ramadhan Pohan mengenai kemungkinan ada kepentingan politik tertentu di balik rencana PDIP mengerahkan massa pengunjuk rasa, dia nilai sangat tendensius. Sayed mengingatkan bahwa setiap partai politik memiliki pandangannya masing-masing terhadap rencana itu.
"Sebaiknya Partai Demokrat tidak usah mengurusi partai lain, setiap partai punya sikap masing-masing," ujarnya.
Politisi Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan mempersoalkan rencana PDIP engerahkan massa melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Ramadhan meminta PDIP jangan mengipas-ngipasi munculnya parlemen jalanan.
"Hati-hati, jangan provokasi," jelas Ramadhan saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/3/2012).
Ramadhan menilai langkah PDIP itu yang mengerahkan massa ke jalan justru dikhawatirkan akan menimbulkan tindakan anarki. Karena itu, sebaiknya PDIP yang mempunyai wakil di parlemen, berjuang saja di Senayan.
"Ini langkah PDIP menimbulkan pertanyaan. Apa PDIP punya agenda agar negara ini rusuh?" ujar Ramadhan yang juga Wasekjen PD ini.
(mpr/lh)











































