Penculikan Anak di Tangerang Bermodus 'Kenal Keluarga' Digagalkan

Penculikan Anak di Tangerang Bermodus 'Kenal Keluarga' Digagalkan

- detikNews
Senin, 26 Mar 2012 16:00 WIB
Penculikan Anak di Tangerang Bermodus Kenal Keluarga Digagalkan
Tangerang - Abel, 7, nyaris menjadi korban penculikan orang tak dikenal di rumahnya di Bumi Cipondoh Asri, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (26/3). Syukurlah upaya itu digagalkan oleh Nengsih, 35, pembantu di rumah tersebut.

Menurut keterangan Ibu Abel, Sari, 34, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Ketika itu ia dan suaminya, Dedi, tidak berada di rumah.

Sementara anaknya ditinggal bersama pembantu. Kemudian datang seorang pria tak dikenal datang menggunakan sepeda motor, memanggil orang yang ada di rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nengsih keluar dan menanyakannya. Orang itu bilang kenal suami saya dan ingin memperbaiki iPad. Lalu dia menepuk punggung Nengsih dan tanpa sadar langsung membuka pintu pagar," katanya.

Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah. Sedangkan Nengsih yang dalam pengaruh hipnotis membiarkannya masuk. Saat di ruang tamu, pelaku melihat Abel sedang memainkan iPad di ruang tamu.

"Dia meminta iPad itu dari anak saya. Dia juga mengajak anak saya untuk makan siang di luar, pelaku ingin bawa anak saya," tambah Sari.

Namun belum sempat membawa Abel, Nengsih kembali sadar dari pengaruh hipnotis. Ia langsung meneriaki pelaku.

"Nengsih tidak bisa ngomong cuma bilang 'Jangan...jangan'. Pelaku kemudian pergi membawa iPad saja," kata Sari.

Setelah pelaku pergi, peristiwa itu kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Cipondoh. Sari mengaku kejadian tersebut bukan pertama kalinya di kompleks perumahan Bumi Cipondoh Asri.

"Sudah sering kejadian di sini. Ada yang kehilangan sepeda, diambil oleh orang yang mengaku kenal pemilik rumah," tuturnya.

Sementara itu, Wakapolsek Cipondoh AKP Suyamto, mengatakan, pihaknya telah memeriksa korban dan saksi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. "Nanti kita identifikasi dulu pelakunya," pungkasnya.

(nrl/nrl)


Berita Terkait