Kecewa dengan Menkes, Warga Buyat akan Duduki Depkes

Kecewa dengan Menkes, Warga Buyat akan Duduki Depkes

- detikNews
Jumat, 06 Agu 2004 20:08 WIB
Jakarta - Merasa kecewa dengan pernyataan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi yang menyebutkan tidak ada pencemaran di Teluk Buyat, warga Buyat yang berada di Jakarta akan menduduki Departemen Kesehatan hingga Menkes mencabut pernyataannya.Hal ini dikatakan oleh salah seorang korban pencemaran Teluk Buyat, Surtini, saat ditemui wartawan di RS St. Carolus, jalan Salemba Jakpus, Jumat (6/8/2004) malam.Enam warga Buyat tiba di Carolus pukul 18.50 WIB. Surtini bersama anaknya Aldo, Jaein dan irfan anaknya, Cintia dan Bachtiar anaknya, didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan (LBHK) Albert Panggabean, langsung di rawat di UGD. Rencananya, bila malam ini dokter menyatakan mereka tidak perlu rawat inap, mereka akan segera menduduki Departemen Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Bila tidak, warga Buyat yang berada di Jakarta baru akan menduduki Depkes, besok. "Saya bilang ke LBH untuk tidur saja di Depkes. Kita tidak mau pulang. Kalau kita mati, walau diusir, walau disakiti, kami sudah siap bertahan. Bahkan tidak makan sekalipun. Saya harap Menkes mencabut pernyataannya," tegas Surtini.Surtini mengaku menyesali pernyataan Menkes. Surtini bersama warga Buyat lainnya, menyaksikan langsung Menkes yang ditayangkan di salah satu televisi swasta."Saya sejak 1998 sudah sakit kepala dan pusing, serta keram-keram. Anak saya yang menderita sekali sebab satu tahun terakhir kencing berdarah. Sudah seperti ini saya jelas kecewa dengan pernyataan bapak menkes tersebut, ujar Surtini sambil menggendong anaknya.Surtini mengaku ia dan teman-teman lainnya setelah menonton berita tersebut ingin mendatangi Depkes dan menginap disana untuk menunjukkan mereka benar sakit dan benar ada pencemaran.Keinginan warga Buyat dibenarkan oleh Albert yang mendampingi korban."Mereka sebenarnya tidak mau dibawa ke rumah sakit0. Mereka ingin mendatangi depkes dan menginap saja disitu, untuk menunjukkan keadaan mereka. Tapi saya sarankan yntuk dirawat terlebih dahulu," jelas Albert.Albert juga menyesalkan pernyataan Menkes yang terlalu terburu-buru. "Seharusnya Menkes tidak membuat pernyataan itu, dia harus mencabut pernyataan tersebut. Setidaknya menunggu hasil pemeriksaan di FMIPA UI selesai minggu depan. Saya tidak habis pikir menteri menyebut tidak ada pencemaran di teluk buyat," ujarnya.Sementara itu, 4 warga Buyat lainnya, yaitu Jumrah Lombunan bersama anaknya Dewini Rumambi, Sudiro Paputungan dan Mira Papuro juga dirawat di RS Cikini Jakpus.Menurut Albert, rencananya LBHK akan membawa warga Buyat diperiksa di Pusat Lapfor/Doping DKI Rawamangun untuk memeriksa adanya unsur-unsur logam berat dalam tubuh warga Buyat."Nanti akan kita serahkan hasil pemeriksaan di FMIPA UI dan dari pusat lapfor/doping sebagai bukti adanya pencemaran dan kandungan logam berat dalam tubuh mereka ke depkes," demikian Albert. (dni/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini