Kawanan Perampok Bersenjata Api Jawa-Sumatera Dibekuk

Kawanan Perampok Bersenjata Api Jawa-Sumatera Dibekuk

- detikNews
Senin, 26 Mar 2012 13:54 WIB
Semarang - Direskrimum Polda Jateng berhasil membongkar kasus pencurian disertai tindak kekerasan yang telah belasan kali beraksi di seantero Jawa dan Sumatera. Dua dari empat orang kawanan itu tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Para pelaku dibekuk pada Kamis (22/3/2012) lalu di Cikampek, Jawa Barat. Pelaku yang dilumpuhkan polisi adalah Harto Cahyono alias Ion dan Edy Santoso, warga Probolinggo, Jawa Timur. Sedangkan pelaku yang berhasil dibekuk dan dimintai keterangan adalah Abdul Muis, warga Gresik dan Tri Teguh Ricofianto warga Surabaya.

"Kasusnya terjadi antara Februari hingga awal Maret dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djihartono di Mapolda Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Senin (26/3/2012).

Lokasi kejahatan pencurian berada di tiga tempat di Kabupaten Sukoharjo yaitu di Pucangan, Gatak, dan Wirocanan. Selain itu pelaku juga melakukan aksinya di Desa Banjaranyar dan Tegal

Para pelaku yang berasal dari Jawa Timur tersebut sudah melakukan aksinya di beberapa lokasi di Jawa Tengah," jelas Djihartono.

Menurut pelaku bernama Abdul Muis dan Tri Teguh, mereka sudah melakukan aksinya sudah belasan kali di berbagai tempat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan.

Menurut salah satu korban pencurian, Hernih warga Sukoharjo, modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan melumpuhkan pemilik rumah yang lengah saat tengah malam dengan cara mengancam dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api.

"Kejadiannya jam setengah dua malam, saya dan keluarga saya dibekap dengan lakban terus diancam memakai pistol dan golok. Pelaku menggunakan topi dan sapu tangan untuk menutupi muka," kata Hernih.

Sedangkan barang bukti senjata yang berhasil diamankan polisi adalah dua buah senjata api, golok dan linggis. Diduga pelaku mendapatkan senjata tajam dari oknum prajurit TNI yang dipecat dari kesatuannya

"Diduga pelaku mendapatkan senjata api dari oknum pecatan. Saat ini masih diidentifikasi," imbuh Kabid Humas.

(lh/lh)


Berita Terkait