Massa SBSI yang berjumlah 30 orang datang di depan Istana mulai pukul 11.45 WIB. Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor membawa spanduk ukuran 6x1 meter yang bertuliskan 'SBSI Menolak Kenaikan BBM dan TDL'. Mereka juga membawa poster yang digantung di leher bertuliskan 'Pemerintah Ga Punya Mata, Ga Punya Telinga' serta 'Kenaikan BBM, Rakyat dan Buruh Jadi Korban'.
"Sikap SBSI dengan tegas menolak kenaikan BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Kalau pemerintah tidak mendengar, tentu buruh punya cara dan stategi untuk menuntut," ujar salah seorang orator dengan berapi-api, Thomas Aquino, melalui pengeras suara, Senin (26/3/2012).
Sementara itu, massa Makam yang berjumlah 50 orang datang pukul 12.15 WIB. Mereka datang menggunakan 10 bus yang diparkir di pinggir Jl Medan Merdeka Barat. Massa Makam meminta pemerintah untuk merevisi UU No.1 tahun 2011 tentang perumahan rakyat.
"Kami meminta Menpera merevisi UU No.1 tahun 2011," teriak salah seorang orator.
Massa Makam membawa spanduk berukuran 5x1 meter yang bertuliskan 'Menpera Jangan Arogan!'. Mereka juga menyematkan pita berwarna kuning di bajunya sebagai tanda mendesak pemerintah untuk merevisi UU tersebut.
Aksi unjuk rasa ini dijaga ketat oleh 50 aparat kepolisian. Namun, aksi tersebut tidak sampai membuat kemacetan di Jl Medan Merdeka Barat.
(sdf/nwk)











































