"Itu dilempar ke halaman rumah saya. Itu rumah aku di Depok," kata Rieke saat dihubungi detikcom, Senin (26/3/2012).
Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan sesaat setelah bangkai hewan itu dilempar, satpam penjaga rumah langsung memberitahukannya. "Saya telepon langsung ke Polsek Beji dan polisinya tadi malam langsung ke rumah. Mereka merespons cepat," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu teror kata teman-teman saya karena menolak kenaikan BBM. Saya mah biasa saja tidak respons berlebihan," pungkasnya.
Namun, Rieke mencurigai informasi aksi teror yang cepat menyebar ke wartawan. Semalam, Rieke mengaku kedatangan wartawan dari media elektronik padahal dirinya baru mau bicara soal teror pagi tadi.
"Kok bisa wartawan duluan yang tahu. Saya berpikir ini bisa jadi pesan untuk publik bahwa teror dilakukan ke satu orang dengan memberi dampak kemana-mana, itu pesannya," jelasnya.
Dia meyakini, polisi bertindak profesional menangani kasus ini. "Saya percaya polisi kok, mereka banyak membantu," ujarnya.
(fdn/asy)











































