"Pada saat dilakukan penggerebekan pelaku MN (Polda Aceh menyebutkan MA-red) berusaha untuk lepas dari petugas dengan cara memanjat dinding. Tentunya kita tidak mau lepas dari upaya penangkapan itu. Oleh karena itu petugas mengarahkan tembakan ke kaki dan tangan kiri MN," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri (KaroPenMas) Brigjen Mochamad Taufik.
Hal itu disampaikan Taufik saat Jumpa Pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Minggu (25/03/12).
Taufik melanjutkan, MN kemudian jatuh dan mendapatkan pertolongan di RS Bhayangkara. MN meninggal dunia sebelum sampai ke RS Bhayangkara.
Penggerebekan ini dilakukan hari Sabtu (24/3) sekitar pukul 17.00 WIB hasil pengembangan 10 Maret 2012 lalu. Terduga teroris yang ditembak itu, langsung diotopsi malam itu juga.
"Malam itu juga langsung dilakukan otopsi sehingga hari ini diserahkan ke pihak keluarga," jelas Taufik.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gustaf Leo mengatakan, penangkapan mereka terkait kelompok Deugok cs yang sebelumnya sudah ditangkap tim Densus di Aceh Utara dan Aceh Besar pada Sabtu 10 Maret 2012. Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeboman salah satu kandidat cagub Aceh.
(nwk/nrl)











































