"Pertama adalah kebijakan kepada rakyat kecil. Karena menurut survei, konsumsi BBM oleh kalangan menengah ke atas 10 kali lebih banyak dibandingkan rakyat miskin," kata Ketua Biro Perimbangan Keuangan Daerah DPP Partai Demokrat, Husni Thamrin.
Hal tersebut disampaikannya saat acara jumpa pers Demokrat Pilih Kembalikan Subsidi ke Rakyat di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua kebijakan ini akan membuat kita berhemat. Karena BBM merupakan sumber energi tak terbarukan dan akan habis dalam jangka waktu tertentu," tutur Husni.
Alasan selanjutnya adalah pengalihan dana subsidi bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Husni menjelaskan pengalihan subsidi tersebut bisa digunakan untuk mebiayai pembangunan.
"Keempat adalah untuk mengurangi penyelundupan," lanjutnya.
Menurut Husni, harga BBM negara kita yang rendah dibanding negara lain membuat BBM Indonesia sering diselundupkan dan dijual ke negara lain.
"Terakhir adalah untuk memudahkan pemerintahan selanjutnya. Karena dengan pengurangan subsidi BBM saat ini, anggaran untuk pemerintahan selanjutnya tidak akan terlalu mengalami ketimpangan," tutupnya.
DPR dan pemerintah saat ini masih menggodok besaran kenaikan harga BBM. Rapat Menkeu dengan Banggar DPR molor berjam-jam dan akan dilanjutkan siang ini. Pemerintah usul BBM bersubsidi naik Rp 1.500/liter karena APBN tak mampu menanggung kenaikan harga minyak dunia. Sementara, DPR terkesan menyerahkan pada pemerintah tentang kebijakan itu agar citranya tidak semakin turun.
(trq/nrl)











































