"Pengenalan daerah 2 minggu sudah selesailah. Karena sebetulnya persoalan problem itu ada di lapangan, masalah kota itu di mana-mana sama, kumuh, mal, banjir, di mana-mana sama," ujar Jokowi dalam acara temu kader DPD Gerindra di Thamrin City, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2012).
Jokowi juga jengah jika selalu ditanya-tanya apakah memiliki KTP Jakarta. Menurut dia permasalahan KTP tidak relevan karena berpotensi diskriminatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan Jokowi, Basuki T Purnama alias Ahok, pun demikian. Meskipun dari daerah, dia merasa mengenal Jakarta lantaran pernah lama menempuh pendidikan di Jakarta.
"Saya sekolah dan tinggal di Pademangan, naik 802 ke Senen. Nomor busnya 203 ke Trisakti. Jadi siapa bilang kita tidak tahu Jakarta. Saya pekerja sosial di Jakarta. Jadi saya tahu soal Jakarta," kata Ahok.
Dia menuturkan, program yang akan menjadi konsentrasi Jokowi-Ahok adalah akses kesehatan gratis. Jika selama ini, pasien yang mendapatkan Askes masih harus keluar uang untuk membeli obat, maka nantinya tidak lagi.
"Program askes sudah diputuskan 2012 harusnya dilaksanakan dari Askes. Bukan kesehatan gratis yang biasa karena pasiennya obatnya beli, sehingga orang obatnya gratis, kalau ngeceknya saja yang gratis untuk apa. Kami di DKI juga akan melakukan. DKI ini akan menjadi percontohan. Kami tidak ingin ketika sudah tidak menjabat dikatakan gagal," papar Ahok.
(vit/ahy)











































