"Dampaknya di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan Barat terdeteksi potensi titik panas atau titik api. Ya bisa menyebabkan kebakaran tapi hutan dan lahan, bukan rumah," kata Kepala Sub Bidang Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hari Tirto, saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/3/2012).
Hari mengatakan panas terik yang berpotensi kebakaran yakni bisa terjadi di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan dan Pontianak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui panas terik seperti ini terasa dari Kamis 22 Maret hingga 27 Maret. Hal ini terjadi karena adanya tekanan rendah di wilayah Indonesia barat yang menyebabkan massa udara lebih banyak terkonsentrasi di Indonesia bagian tengah dan timur.
Karena itu potensi hujan akan terkonsentrasi ke Indonesia bagian tengah dan timur. Sementara di wilayah barat, potensi hujan cenderung kecil. Kondisi seperti ini biasa terjadi setiap tahun. Selama tahun panas terik terasa di tanggal 22-23 Maret dan 22-23 September.
(gus/vta)










































