"Memang realita di lapangan, kader dan simpatisan itu memiliki semangat luar biasa ke Mas Didik, kita tidak mungkin menghalangi. Semangat untuk mendukung kader itu luar biasa," ujar Ketua DPP PAN bidang politik Bima Arya kepada detikcom, Sabtu (24/3/2012).
Bima mengatakan dinamika politik pada detik-detik terakhir menjelang pendaftaran para cagub-cawagub sangat tinggi dan cepat. Kemudian pada detik terakhir itu juga kader PAN yang juga salah satu ketua DPP Didik Rachbini dipilih untuk mendampingi Hidayat Nur Wahid yang didukung oleh PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bima dalam berpolitik ada yang biasa disebut formal-informal atau tersurat-tersirat. Secara formal, PAN sudah memberikan dukungan ke Foke-Nara.
"Tapi dilihat realitanya secara informal, tersirat (dukungan ke Didik) itu mungkin saja. Berdasarkan peraturan partai kami tidak mungkin kita mencabut dukungan formal yang sudah diberikan," tuturnya.
Bima membantah jika PAN disebut menjalankan politik dualisme atau dua kaki. Menurutnya, kader PAN boleh mendukung siapapun yang dikehendakinya.
"Saya kira tidak dua kaki, tapi tiga kaki. Karena kader PAN juga ada yang mendukung Bang Faisal yang pernah berada di PAN juga," ungkapnya.
Sebelumnya Didik menegaskan bahwa dirinya didukung oleh dua partai yakni PAN dan PKS. Dukungan PAN kepada calon lainnya hanya sebatas kertas.
"Jadi yang di sana itu cuma kereta kosong," tegasnya.
(mpr/rif)











































