Pantauan detikcom, aktifitas warga mulai terlihat pada Sabtu pagi pukul 06.30 wita. Ibu-ibu dan para pedagang terlihat mulai memenuhi pasar-pasar tradisional di Bali seperti pasar Badung di Jl Gajah Mada, Denpasar. Lalu lalang kendaraan juga mulai berderet seperti yang terlihat di jalan Teuku Umar Denpasar.
Kibasan sapu lidi petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Denpasar mulai terdengar lagi di sudut-sudut trotoar jalan raya untuk mengais sisa-sisa sampah ogoh-ogoh yang masih tercecer.
Tumpukan sampah di tong-tong khusus milik DKP juga terlihat mulai diangkut dengan truk. Aroma asap dari knalpot kendaraan juga mulai tercium lagi, pemandangan ini terbalik jika dibandingkan saat Nyepi Jumat (23/3/2012).
Keheningan Nyepi dirasakan PLN yang berhemat energi hingga Rp 4 miliar dalam waktu semalam. Tingkat polusi udara juga menurun drastis. Saat Nyepi, Bali benar-benar tidur seharian, bebas dari rutinitas. Kini Bali kembali dari istirahatnya, roda kesibukannya berputar lagi.
Ancaman gangguan keamanan dari aksi terorisme juga tidak terbukti seperti yang dikhwatirkan sebelumnya. Budaya dan kearifan lokal benar-benar menjadikan Bali sebagai magnet dunia pariwisata lagi.
Saat hari Nyepi kemarin, semua warga dilarang keluar rumah. Hanya pecalang yang berpatroli menjaga keamanan.
Saat Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api termasuk lampu), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu maupun tidak mengadakan hiburan atau bersenang-senang).
(gds/mpr)











































