"Karena saya pernah mengalami, saya sarankan betul jangan panik. Karena Tomcat ini tidak hidup di kota, tapi di sawah, temannya petani. Kalau panik itu anda tidur tidak nyenyak," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono kepada detikcom, Jumat (23/3/2012).
Sebagai orang yang pernah terkena serangan Tomcat, Heru juga meminta kepada para petugas dari dinas kesehatan untuk memberikan sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat mengenai dampak dan penanganan dari serangan Tomcat ini. Hal tersebut juga dimaksudkan agar masyarakat tidak panik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Heru, Tomcat masuk ke kota-kota besar saat ini karena musim yang tidak menentu disertai angin kencang. Serangga kecil tersebut akan mudah terbawa angin dan jatuh di kawasan pemukiman warga.
"Kalau dikatakan membahayakan, saya tiga hari sembuh, tidak ada efek yang sangat berat dan tidak berbekas. Saya disuntik dan dikasih obat," ungkapnya.
Heru juga mengimbau kepada masyarakat yang aktif di dunia maya melalui situs-situs jejaring sosial agar tidak menyebarkan gambar atau foto-foto dampak terkena Tomcat yang berlebihan.
"Kalau foto yang beredar itu kulitnya melepuh, kayanya tidak seperti itu, itu kena minyak goreng kali. Saya mengimbau temen-teman jangan mendramatisir menyebar gambar dampak Tomcat," imbaunya.
(mpr/rif)










































