Duh, Polsek Tak Bisa Tindaklanjuti Supir Bus Ugal-ugalan

Duh, Polsek Tak Bisa Tindaklanjuti Supir Bus Ugal-ugalan

- detikNews
Sabtu, 24 Mar 2012 02:21 WIB
Jakarta - Tak hanya soal macet, warga Jakarta harus dipaksa bersabar dengan di ulah supir bus ugal-ugalan. Sistem transportasi di Ibu Kota yang semerawut membuat pengguna angkutan umum kini makin tidak nyaman juga kehilangan rasa aman.

Ulah bandel para supir bus, Kopaja dan Metromini yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi karena alasan 'bersaing' untuk kejar setoran, jadi hal lumrah yang mau tak mau dimaklumi warga.

Soal ugal-ugalan awak bus ini, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantya ikut menanggapi. Dia meminta pengguna angkutan umum tak segan melaporkan ke Polsek terdekat bila menaiki angkutan dengan gaya kemudi supir yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, urusan lapor melapor ini jadi hal rumit. Pelapor akan dihadapkan dengan sistem prosedural laporan. Padahal Dirlantas menyebut pelapor tinggal menuliskan nomor polisi bus dan identitas supir.

Soal 'rumitnya' laporan ini diakui Wakapolsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, AKP Heru Supriyandi. Menurutnya, Polsek tak punya kuasa menindaklanjuti aduan penumpang.

"Disini ada prosedurnya. Tidak bisa langsung diadukan kita tindak," kata Heru kepada detikcom, Jumat (23/3/2012).

Alasannya, Polsek tidak memiliki unit khusus lalu lintas (Lantas) sehingga proses tindaklanjut dugaan pelanggaran yang diadukan penumpang tidak bisa ditindaklanjuti.

"Unit Lantas kan hanya ada di Polres. Ya kalau ada laporan dari penumpang kita tampung lalu kita teruskan ke Polres untuk ditindaklanjuti. Disini (Polsek Mampang) belum pernah menerima aduan supir ugal-ugalan," terangnya.

Dia bercerita kasus kecelakaan antar pengendara mobil pun terpaksa dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan karena kedua pengendara tak mau didamaikan. "Dulu pernah ada tabrakan terus berantem, karena sama-sama ngotot ya kita kasih ke Polres," ujarnya.

Sebelumnya pengamat transportasi dan perkotaan Yayat Supriyatna menyebut perilaku bandel para supir juga dipengaruhi faktor kemacetan Jakarta, selain urusan kejar setoran.

"Itu disebabkan karena tekanan menghadapi kemacetan. Dan tekanan untuk kejar setoran, sehingga sopir hanya mementingkan kepentinganya sendiri," katanya saat dihubungi detikcom terpisah.

Solusinya, Dinas Perhubungan dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) wajib mengadakan seleksi khusus agar supir memiliki lisensi mengemudi di luar SIM yang dimilikinya. Dalam lisensi itu ada syarat terkait kondisi psikologis. "Lisensi itu sebagai bentuk penataan kembali sistem transportasi Jakarta," ujarnya.

Pada Rabu (21/3) kemarin, ulah sopir angkutan umum yang ugal-ugalan kembali terjadi di Jakarta. Dua Metro Mini yang berisi penumpang terlibat kecelakaan yang diduga disengaja setelah keduanya terlibat saling kejar di Jl Buncit Raya, Jaksel.

Kecelakaan dua Metro Mini terjadi diduga akibat saling kejar rebutan penumpang. Karena kecelakaan itu, lalu lintas dari Pejaten arah Mampang macet parah.

(fdn/mpr)


Berita Terkait