Kapolres Cilacap AKBP Rudi Darmoko melalui Kapolsek Adipala AKP Agus Subagyo menjelaskan, peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Kamis (23/3) dinihari 02.00 WIB. Malam itu Sawon terbangun karena dikejutkan oleh suara gedoran pintu depan, istri korban Riyanti kemudian membukakan pintu. Namun saat dibuka ada empat laki-laki yang menodongkan pistol ke arahnya. Sebagian lagi sekitar empat orang masuk dengan mencongkel jendela.
"Sebagian kawanan tersebut mengenakan tutup muka sebagian lainnya tidak," kata Kapolsek Adipala AKP Agus Subagyo saat dihubungi wartawan Jumat (23/03/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut dilakukan didepan istri dan kedua anaknya, Nunung yang masih duduk di bangku SMP kelas 3 dan seorang balita.
"Dalam kondisi babak belur dan terluka kena tembakan Sawon kemudian diikat. Penganiayaan tersebut disaksikan istri dan dua anaknya, mereka dibiarkan menonton. Namun perampok sempat meminta maaf kepada anak korban karena telah menganiaya bapaknya" jelas Kapolsek.
Dia menjelaskan, saat itu istri korban tidak diikat dan berusaha melarikan diri melalui pintu belakang, dia berteriak teriak meminta tolong tetangganya. Mendengar keributan tersebut warga mendatangi rumah korban.
Mengetahui warga yang mendengar teriakan berdatangan ke rumah korban, kawanan perampok tersebut panik dan berusaha melarikan diri. Mereka hanya bisa menggasak uang Rp 50 juta, HP dan dokumen penting.
"Jika tidak kemungkinan tiga kendaraan mewah milik korban bisa kebawa semua," ungkapnya.
Kasus perampokan yang menimpa juragan pasir besi ini masih dalam penyelidikan serius aparat Kepolisian Resor Cilacap. Sementara korban saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas.
(arb/mpr)










































