"Bila dibutuhkan kita akan datang," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/3/2012).
Pihaknya masih menunggu data dari pihak kepolisian Prancis dan mengevaluasi data-data pelaku teror yang ada di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polri, kata Saud, menghormati kedaulatan kepolisian setempat dalam menangani insiden yang mengejutkan karyawan dan penghuni KBRI. Dia mencontohkan ketika peristiwa bom JW Marriott Hotel beberapa tahun lalu, Polri mengaku banyak mendapatkan penawaran pihak luar negeri untuk melakukan penyelidikan.
"Masing-masing punya aturan sendiri, kita berdaulat, kita mampu melakukannya sendiri kita tidak akan memberi peluang pihak lain," jelasnya.
"Begitu pula dengan Prancis silakan saja, bilamana dia ingin sharing dengan kita bantu. Tapi sepanjang dia masih mampu silakan," imbuhnya.
(ahy/mok)










































