"Kami optimis karena respon masyarakat luar biasa terhadap kemunculan Jokowi-Ahok. Kekuatannya di masyarakat urban kelas bawah dan tionghoa. Respon etnis tionghoa juga luar biasa, karena inilah kali pertama pilkada DKI bagian dari mereka ikut terlibat, selama ini mereka merasa terpinggirkan," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2012).
Menurut Muzani, kompetitor pilkada DKI didominasi calon berpengalaman. Jokowi-Ahok justru wakil dari masyarakat desa yang juga banyak mengadu nasib ke Jakarta.
"Melihat kompetitornya kan semua orang besar. Saya kira satu-satunya calon yang wong ndeso itu ya Jokowi-Ahok. Satunya orang Solo, satunya orang Belitung. Jadi keduanya mewakili kaum pinggiran yang tidak terjamah tangan-tangan kekuasaan. Jokowi di Solo itu track recordnya bisa diandalkan," kata dia.
Dengan berbekal kedekatan dengan rakyat kecil dan etnis tionghoa, Gerindra yakin pasangan cagub usungan bersama PDIP ini tak akan mati kutu. Bahkan bisa berbuat lebih, meski sampai sekarang terus disepelekan.
"Harapan besar lainnya adalah bagi kaum urban yang selama ini pedagang kali lima, tukang warung, tukang ojek, dan sebagainya tentu berharap Jakarta jadi kota yang ramah bagi usaha mereka. Sehingga bola salju ini bergulir dan ini semakin kuat," tandasnya.
(van/mad)











































