87 Pemuda dan Mahasiswa ke China Tak Dibiayai APBN

87 Pemuda dan Mahasiswa ke China Tak Dibiayai APBN

- detikNews
Kamis, 22 Mar 2012 14:23 WIB
Jakarta - Sebanyak 87 orang anggota organisasi kepemudaan dan mahasiswa telah terbang ke Beijing seiring kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke negeri berpenduduk 1,3 miliar itu. Keberangkatan mereka ke sana atas undangan dari Republik Rakyat Tiongkok dan bukan bagian dari rombongan resmi kenegaraan atau turut dalam pesawat kepresidenan.

"Memang benar ada 87 pemuda termasuk unsur mahasiswa itu diundang pemerintah rakyat Tiongkok dan itu di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga," Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (22/3/2013).

Berdasar daftar rombongan kenegaraan yang turut serta dalam pesawat kepresidenan, tidak ada unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang di dalamnya. Seperti biasa rombongan selain terdiri dari Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, juga ada anggota DPR dan sejumlah menteri teknis terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka berangkat sendiri, saya dengar biaya dan akomodasinya ditanggung pemerintah Republik Rakyat Tiongkok selaku pengundang. Tidak memakai dana APBN," sambung Julian.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu agenda Presiden SBY selama dua hari di China adalah menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Tsinghua, Beijing, dan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari universitas tersebut. Judul orasi ilmiahnya adalah "Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok untuk Perdamaian dan Kesejahteraan Kawasan Asia Pasifik".

Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia Airbus A330 kenegaraan meninggalkan Bandara Halim Perdanakusmah pukul 10.30 WIB, Kamis (22/3/2012). Anggota rombongan di antaranya adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menpora Andi Mallarangeng, Mendikbud M Nuh, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menlu Marty Natalegawa, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung.

Sementara itu, dalam situs Kemenpora dijelaskan bahwa rombongan pemuda tersebut berjumlah 100, terdiri dari pengurus KNPI dan mahasiswa. Mereka datang atas undangan China dan sudah direncanakan sejak 2011 lalu.

"Seluruh biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi delegasi pemuda selama berada di China di tanggung pihak pemerintah China, termasuk 50 tiket pesawat Indonesia-China pergi-pulang. Karena jumlah delegasi 100, maka kita hanya menanggung 50 tiket sisanya, selebihnya ditanggung pemerintah China. Kesempatan ini tentu saja tidak kita sia-siakan," kata Alfitra Salam, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora.

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads