"Kalau berpusat di daratan maka nggak akan jadi siklon. Akan meluruh sebentar lagi, karena pusatnya sudah di daratan," terang Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian saat dihubungi detikcom.
Dia memperkirakan dalam dua hari ke depan, meskipun masih ada angin kencang namun kecepatannya tidak sampai seperti beberapa hari lalu. Untuk diketahui pada beberapa hari lalu kecepatan angin mencapai 30-70 km/jam.
"Kalau hujan lebat dalam waktu singkat masih akan terjadi karenaitu model daerah tropis," imbuh Edvin.
Meski demikian, masih perlu diwaspadai kemungkinan angin puting beliung. Angin ini berasal dari awan cumulonimbus yaitu awan yang bergumpal berwarna abu–abu gelap dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung.
Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, namun terkadang terjadi juga pada malam hari. Angin jenis ini lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 hingga 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.
(/nrl)











































