KPU DKI Ingatkan Para Cagub Berpolitik Santun, Jangan Singgung Ras

KPU DKI Ingatkan Para Cagub Berpolitik Santun, Jangan Singgung Ras

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Kamis, 22 Mar 2012 08:16 WIB
KPU DKI Ingatkan Para Cagub Berpolitik Santun, Jangan Singgung Ras
Jakarta - Pasangan bakal cagub-cawagub DKI Jakarta sudah mulai mengumbar janji dan 'saling serang'. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengingatkan para kandidat cagub agar berpolitik santun.

"Memang calon harus menjaga politik secara santun, tidak saling menyerang. Tidak boleh ada menyinggung SARA, kekerasan kepada kelompok lain, menyebar kebencian, mempersoalkan NKRI, dan menimbulkan konflik horizontal," ujar anggota KPU DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim, kepada detikcom, Rabu (21/3/2012).

Jamal mengatakan sanksi bisa diberikan kepada pasangan calon yang melakukan tindakan politik tidak terpuji. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran hingga larangan berkampanye. Jika tindakan tidak terpuji itu menyebabkan kerusuhan atau menyentuh ranah pidana, pasangan calon bersangkutan bisa dimajukan ke pengadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pada tahap sekarang ini tidak ada sanksi, karena mereka masih bakal calon dan belum masuk tahap kampanye," ucap mantan Panwaslu DKI tahun 2007 ini.

Meski demikian, dia tetap berharap agar para kandidat mengedepankan etika politik yang santun agar pilkada DKI berkualitas dan berlangsung aman. "Nanti persilakan panwas peringatkan soal ini. Karena ini juga menjadi bagian dari tanggung jawabnya," kata Jamal.

Diketahui, tidak lama pasca pendaftaran pasangan cagub-cawagub 'saling serang' sudah terjadi. Misalnya yang cukup jelas adalah 'saling serang' antara kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan kubu Jokowi-Ahok.

"Jadi bilang sama Pak Foke, Jakarta ini banyak golongan. Orang Betawi juga nggak semuanya dukung dia, saya kira pendukung saya malah banyak anak Betawi, jadi Betawi mana yang mau diklaim?" kata Ahok sambil tertawa di gedung DPR, Selasa (20/3).

Ahok juga mengatakan, "Yang muda-muda suka sama yang keren yang nggak berkumis kali ya. Sekarang tren-trennya model Korea Selatan, kaya saya sama Pak Jokowi kan gayanya sama,".

Jokowi bahkan ikut menimpali dengan sindiran. "Kita ini NKRI, Jakarta itu miliki semua lho, semua masyarakat Indonesia. Enggak perlu lagi bicara soal golongan, etnis, agama atau apapun lainnya," kata Jokowi, Selasa (20/3).

'Serangan' pasangan Jokowi-Ahok memicu balasan dari kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Serangan pasangan ini diwakili petinggi Partai Demokrat.

"Ahok saya baca berita dari kemarin itu ngomongnya kencang terus. Dia seperti pernah berbuat untuk DKI itu apa? Emang siapa Ahok itu. Ahok ngomong siapa yang dukung Foke, emang siapa yang mau dukung Ahok?" serang Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua, Rabu (21/3). Max menyebut Ahok arogan.

Max juga menyerang Jokowi. "Apa yang kau cari di Jakarta Jokowi? Ini ibarat sudah punya meja makan main loncat ke meja makan orang," sindirnya.

Menurut Max, Jokowi boleh saja sangat dihormati di Solo dan Jawa Tengah. Tapi ada kepentingan apa Jokowi rela meninggalkan tugas sebagai wali kota Solo dan mengadu nasib di pilkada DKI?

(rmd/)


Berita Terkait