Akbar: Kalau Merasa Kader Golkar, Kalla Harus Beritahu Saya

Akbar: Kalau Merasa Kader Golkar, Kalla Harus Beritahu Saya

- detikNews
Jumat, 06 Agu 2004 14:05 WIB
Jakarta - Perang dingin mulai kental terasa antara Akbar dengan Kalla. Kalla sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan orang-orang Golkar tanpa sepengetahuan Akbar."Kalau ada pertemuan yang sifatnya mengarahkan organisasi keseluruhan atau jumlah banyak, mestinya harus diberitahukan pada organisasi induk. Tapi kalau sifatnya coincidence, tidak usah. Saya terus terang tidak tahu pertemuan itu dan siapa yang mengendalikan."Demikian tukas Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (6/8/2004). Akbar dikonfirmasi apakah mengetahui pertemuan Kalla sang cawapres itu dengan DPD Partai Golkar Bali pada Kamis malam 5 Juli 2004.Pada Selasa malam 3 Agustus 2004, Kalla mengadakan pertemuan dengan beberapa Ketua DPP Partai Golkar di Hotel Regent Jakarta. Menanggapi pertemuan tersebut, Akbar sudah mewanti-wanti agar pertemuan semacam itu sebaiknya atas sepengetahuan dirinya. Namun kemudian, terjadi lagi pertemuan dengan orang-orang Golkar di Bali.Kalla harus bersikap bagaimana? tanya wartawan. "Seharusnya siapapun yang mengambil inisiatif, termasuk Pak Jusuf Kalla, kalau dia merasa sebagai kader Golkar, tentu dia harus memberitahu ke saya," ujar Akbar.Jadi DPP dilangkahi? desak wartawan. "Ya pokoknya dia nggak beritahukan ke kita lah. Kita lihat nanti. Kalau dianggap kesalahan, derajat kesalahannya itu akan menentukan," tukas Akbar tanpa merinci maksudnya.Namun saat dikonfirmasi mengenai perpecahan di tubuh Golkar yang merapat ke SBY-Kalla dan Mega-Hasyim, Akbar menampiknya."Mungkin memang ada yang merapat ke SBY, tapi sebagai pribadi. Itulah dinamika politik. Tapi secara organisatoris, kami belum putuskan bagaimana sikap kami nanti. Kalau yang merapat ke SBY adalah orang DPP, mungkin dia akan memberi argumentasi. Tapi kalau yang melakukan pendekatan dengan PDIP, pasti juga punya alasan sendiri. Itu sah-sah saja," ujarnya diplomatis. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini