Para mahasiswa itu menamakan dirinya Front Mahasiswa Sumatera Utara (Front SU). Aksi mereka dimulai dari bundaran Jalan Gatot Subroto dengan membakar ban bekas dan menggelar aksi teatrikal. Selain membawa sepeda motor mogok, ada juga dua mahasiswa yang memikul keranjang berat bertuliskan BBM.
Sepeda motor mogok itu ikut didorong sekitar bersamaan dengan berpindahnya aksi mahasiswa menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Jalan Imam Bonjol, sekitar 300 meter dari bundaran Gatot Subroto. Sementara puluhan polisi dari Polresta Medan mengawal aksi demo tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naiknya harga BBM dan Tarif Dasar Listrik akan semakin menambah deretan panjang persoalan kemiskinan di Indonesia dan akan semakin akut serta tak terselesaikan jika kemudian berimbas pada kenaikan biaya pendidikan," ujar Darman, koordinator aksi tersebut.
(rul/trw)










































