Hingga hari ini Walikota Bekasi Mochtar Mohammad belum diketahui keberadaannya. Sementara KPK terus melakukan upaya paksa untuk menjemput Mochtar Mohammad. Politikus Senior PDIP Taufiq Kiemas memastikan Mochtar Mohammad akan menyerahkan diri pada waktunya nanti.
"Pasti menyerahkan diri. Mungkin surat-surat administrasi yang belum lengkap," ujar Taufiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2012).
Taufik juga meminta Mochtar untuk transparan di depan publik maupun kepada KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, tiga hakim MA akhirnya sepakat secara bulat mengganjar Mochtar Muhammad dengan penjara selama 6 tahun. Politikus PDIP ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi Rp 5,5 miliar secara berkelanjutan.
Putusan MA ini sebagai jawaban atas kejanggalan vonis bebas yang dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Mochtar Muhammad sebelumnya. Padahal JPU menuntut Mochtar Muhammad 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara. Jumlah hukuman tersebut merupakan kumulatif dari 4 perkara yang didakwakan kepada terdakwa.
Empat perkara korupsi yang didakwakan pada terdakwa adalah suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, serta suap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penyalahgunaan anggaran makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar.
(ega/ndr)











































