Seperti diketahui, ada enam pasangan cagub/cawagub DKI yang sudah mendaftarkan diri ke KPUD DKI Jakarta. Mereka adalah Faisal Basri - Biem Benyamin, Hendardji Supanji - Ahmad Riza Patria dari calon independen. Lalu ada Jokowi - Ahok, Hidayat Nurwahid - Didik J. Rachbini, Foke - Nachrowi Ramli, dan Alex Noerdin - Nono Sampono.
Tak ada satu pun partai atau calon independen yang mencalonkan nama perempuan. Meski sebelumnya sudah sempat beredar nama yang digadang-gadang untuk maju, yakni Wanda Hamidah dan Hasnaeni si 'wanita emas'. Berbeda dengan Provinsi Banten yang kini dipimpin oleh seorang wanita, Ratu Atut Chosiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira bukan banyak atau tidaknya ya, tapi lebih kepada bagaimana kesiapan mereka. Banyak perempuan yang sebenarnya mampu untuk memimpin Jakarta, namun mereka memilih untuk tidak maju. Itu kan kembali ke pilihan masing-masing," jelasnya.
Karena tak ada calon perempuan yang maju, Masruchah pun meminta agar calon gubernur yang terpilih kelak, lebih memperhatikan nasib kaum perempuan. Terutama untuk mengatasi permasalahan yang muncul selama ini.
"Ya kita lihat saja selama ini. Pada perubahan kebijakan angkot, itu baru ada setelah banyak kasus perkosaan, tidak dari awal ada program yang melindungi. Kita harapkan ada perubahan yang lebih memihak ke depan," tutupnya.
Sementara Wanda Hamidah juga menyesalkan kebijakan partai yang belum meloloskan adanya calon perempuan. Padahal, seharusnya Jakarta itu dipimpin oleh seorang perempuan agar lebih baik.
"Namanya ibukota kan esensinya ibu, mestinya yang membutuhkan sentuhan dan kasih sayang seperti seorang ibu yang mempunyai banyak anak. Masing-masing anak-anak itu beda-beda menyatukan kebersamaan anak-anaknya," jelas politisi PAN ini.
(/)











































