Toko emas yang menjadi sasaran perampokan adalah toko emas Adil milik Muhammad Ali (40) warga Bukateja, Purbalingga dan toko emas Nur 2 milik Gatot (40) warga Sinduraja, Kecamatan Pengadegan. Lokasi dua toko emas ini saling berhadapan.
Selain merampok emas di kedua toko. Pelaku yang beraksi menggunakan pistol rakitan ini juga melukai korbannya. Ika (35), istri dari Muhammad Ali yang sedang berada di toko mengalami luka robek di kepala akibat dipukul gagang pistol. Korban sempat memberikan perlawanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enam orang pelaku datang dengan tiga sepeda motor. Satu motor berhenti di tengah jalan. Sedang dua motor lainnya masing-masing berhenti di toko emas," kata Warsin yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Melihat aksi perampokan, saksi sempat berteriak rampok dan melempar batu ke arah pelaku. Namun ia tak berani melawan karena pelaku melepas tembakan.
"Satu orang memegang dua pistol membuat kami tak berani menolong," katanya. Ia menambahkan aksi perampokan tersebut berlangsung singkat sekitar delapan menit.
Pelaku lainnya yang menggasak toko emas juga bersenjatakan pistol. Penjaga toko emas Nur 2, Novi (20) mengaku ketakutan ditodong oleh pistol.
"Pelaku melompati etalase pajang perhiasan dan menyuruh saya tiarap. Kami tak berani melawan karena takut," katanya.
Saksi korban, Muhammad Ali (40) tak menyadari datangnya dua orang pelaku ke tokonya. Ia tiba-tiba dipukul dari arah belakang oleh pelaku usai membeli plastik di toko di seberang jalan.
"Saya terjatuh dan masih ditendangi. Pelaku menodong pistol ke arah saya dan memaksa untuk tiarap," kata Ali yang mengaku memar-memar.
Ia juga melihat istrinya dipukul oleh pelaku karena mencoba melawan.
"Istri saya menjatuhkan nampan berisi perhiasan. Mungkin itu membuat pelaku marah," lanjut Ali.
Akibat perampokan tersebut, dua toko mengalami kehilangan sekitar enam kilogram emas atau mencapai sekitar Rp 1 Miliar.
Keterangan yang dihimpun, ciri-ciri perampok adalah berbadan besar, mengenakan jaket dan helem serta masker hidung saat beraksi.
Kapolres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo mengatakan,
pihaknya saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
Terkait pengejaran para perampok, Ferdy mengatakan, pihaknya telah
mengerahkan petugas untuk melakukan pengejaran ke arah Banjarnegara yang rutenya melintasi jalur perbukitan.
βKami juga sudah berkoordinasi dengan aparat Polda Jateng dan Polres Banjarnegara. Pengejaran dilakukan melibatkan personel lintas wilayah,β ungkapnya di lokasi.
Menurut Ferdy, lokasi toko emas cukup jauh dari pos polisi terdekat,
sehingga pengawasan kurang maksimal. Hingga kini, polisi belum bisa memastikan keterkaitan kasus perampokan ini dengan kejadian serupa di Kebumen serta Cilacap yang terjadi selama bulan Maret ini.
(mad/mad)











































