Kejadian ini berlangsung di Perumahan Griya Sakinah, Jalan Nangka I, No 69, RT02/13, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Selasa (20/3/2012) dinihari.
Sejumlah barang berharga milik korban berhasil dibawa kabur berandalan jahat tersebut. Di antaranya, satu laptop Acer, dua HP Blackberry, satu handycam merk Sony, uang tunai Rp 4 juta, dan perhiasan emas seberat 32 gram. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Suami Neni, Hanif Nuradi mengatakan, para pelaku masuk ke dalam rumahnya dengan cara mencongkel jendela depan rumah yang berteralis. Dari celah-celah teralis memasukkan tangan, kemudian, maling tersebut mengambil kunci yang tergantung di lubang kunci pintu depan.
Setelah berhasil masuk, pencuri itu masuk ke kamar dan menguras harta benda yang ada dalam lemari tanpa diketahui.
“Saya tahunya pas bangun mau buang air kecil sekitar pukul 03.00. Saya lihat pintu lemari terbuka dan pakaian acak-acakan. Pas saya periksa perhiasan istri dan uang hilang. Terus di meja laptop, BB, dan handycam juga hilang," kata kontraktor perumahan itu, kepada detikcom di rumahnya.
Menurutnya, pencuri yang berhasil masuk ke dalam rumahnya menggunakan ilmu sirep. Sebab, sebelum kejadian seluruh penghuni rumahnya merasakan kantuk diluar kebisaan. Apalagi dia dan sang istri tergolong orang yang susah tidur. Begitu juga dengan anaknya yang sudah terbiasa bermain play station hingga dini hari.
“Pukul 22:00 saya sudah mengantuk sekali, padahal jam segitu saya masih menonton televisi atau membaca buku. Saya menduga malingnya pakai ilmu sirep. Tidak ada satu pun yang mendengar malingnya masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Mendapati rumahnya dibobol maling, Neni dan suaminya Hanif langsung melapor ke Ketua RT setempat. Kemudian, ditemani tokoh masyarakat tersebut Hanif melaporkannya ke Mapolsek Pancoranmas di Jalan Raya Sawangan.
Sepuluh menit kemudian, tim identifikasi polsek tersebut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari barang bukti yang ditinggalkan garong tersebut. Sontak rumah korban jadi ramai didatangi para tetangga yang prihatin.
Dijelaskan Hanif, menurut sangkaan sementara dari petugas kepolisian. Pelaku berjumlah dua orang. Ada sidik jari dan jejak kaki yang ditingkalkan maling di kaca dan lantai rumah.
Hal senada disebutkan Ketua RT02, Madih (50) menyatakan bahwa maling yang menyatroni rumah kontraktor itu diduga berjumlah dua orang. Dugaan itu timbul karena pada Senin (19/3) malam ada warga yang melihat dua orang asing mondar-mandir di depan rumah Hanif.
"Saya yakin dua orang itu sudah mengincar rumah Pak Hanif. Lingkungan kami juga tidak ada yang bertugas ronda,” jelasnya.
(mad/mad)











































