Latihan ini digelar pasca penggrebekan teroris pada Minggu (18/3/2012) di Bungalow Laksmi di Jalan Danau Poso No. 99 X, Sanur, dan Jalan Gunung Soputan, Denpasar.
"Latihan menembak ini menggunakan senjata laras panjang jenis V-2, kalau untuk materi latihan kita ajari teori dan praktek serta bongkar pasang senjata," kata Kapolres Badung AKBP Beny Arjanto, kepada wartawan, Selasa (20/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga berjaga selama 1 X 24 jam di markas Komando, karena itu anggota SPK harus memiliki keterampilan menembak," katanya.
Terlebih untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti adanya penyerangan terhadap markas kepolisian dan bentuk ancaman lainnya.
"Minimal mereka bisa membela diri jika ada serangan," tuturnya.
(gds/ndr)











































