Pantauan detikcom di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (20/3/2012), pukul 14.20 WIB, ada 8 mobil dan 2 bus polisi yang terparkir di depan gerbang perumahan.
Di setiap gang di dalam perumahan tersebut tampak polisi bersenjata maupun yang tidak berjaga-jaga. Ada yang berada di masjid, ada yang duduk-duduk di pinggir jalan, dan di sekitarnya. 5 Mobil polisi juga terparkir di dalam perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekolah juga pada tutup," kata seorang warga.
Menurut warga tersebut, bentrok yang terjadi berawal dari seorang pria yang mabuk. Bentrok dimulai dari Senin (19/3) sore. Kemudian berlanjut sampai malam. Sampai tadi pagi juga terjadi bentrokan.
"Malam juga ada cuma gelap saya nggak terlalu kelihatan. Sampai tadi pagi juga masih. Saya saya baru buka (jualan bensin eceran) sekarang," jelasnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan bentrokan ini bermula dari seorang pria dari kelompok John Kei yang membeli minuman keras di sebuah warung jamu. Orang tersebut membuat onar sehingga warga resah. Seorang warga lantas memukul kepala pembuat onar itu dengan botol saos.
Orang tersebut kemudian pergi dan tak lama membawa rekan-rekannya yang lain menyerang warga Kampung Rawabambu. Hingga akhirnya seorang pria kritis kena bacokan. Warga lalu membalas penyerangan etnis Ambon tersebut. Bentrokan tersebut mengakibatkan 2 orang tewas dan 1 kritis. Polisi lalu mengamankan dua anak buah John Kei.
(gus/)










































