"Kami imbau kepada masyarakat Sanur agar lebih waspada. Komunitas sanur waspada dengan hal yang mencurigakan," kata Ketua PHRI Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra kepada wartawan di Grya Santrian, Sanur, Denpasar, Selasa (20/3/2012).
Selain kewaspadaan, PHRI juga meminta masyarakat Sanur dan hotel yang ada di kawasan ini makin meningkatkan standar operasi keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun terjadi peristiwa penembakan teroris, tidak terjadi eksodus wisatawan yang menginap di Sanur. "Tidak Ada pengalihan. tamu secara signifikan. Tidak ada eksodus, baru hanya wacana akan pindah hotel jika kondisi tak tertangani dengan baik," kata Bagus.
Wisatawan di Sanur pun dinilai tak takut dengan kasus penembakan teroris tersebut. "Jika sudah ada klarifikasi yang jelas, tidak akan berpengaruh. Kita akan infokan ke agen bahwa Sanur aman," katanya.
Disebutkan, tingkat kunjungan wisatawan di Sanur sangat stabil. Tingkat kunjungan rata-rata mencapai 75-80 persen. Wisatawan yang mengunjungi Sanur banyak dari Australia dan Eropa.
(gds/ndr)











































