"KPU harus menjunjung asas keterbukaan selama proses verifikasi berlangsung, terutama kepada sesama penyelenggara pemilu," kata Ketua Panwaslu Pilkada DKI Jakarta, Ramdansyah dalam diskusi Pengawasan Pencalonan Gubernur DKI Jakarta, di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk 126, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2012).
Ramdhan berharap KPU DKI dapat bekerjsama baik dengan panwaslu dalam menyelenggarakan pilkada yang berkualitas. Salah satu kerjasama yang diharapkan, lanjut dia, dengan tidak merintangi pekerjaan pengawasan seperti tidak memberikan akses ketika diminta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan hal itu, karena sejauh ini KPU DKI sudah menyampaikan persyaratan dukungan 4 persen dari jumlah penduduk DKI kepada setiap pasangan independen, tapi belum ada yang memenuhi persyaratan tersebut.
"Karena itu, untuk menambah berkas calon perseorangan (yang kurang), diharapkan KPU dapat memegang teguh asas penyelenggara pemilu untuk bersikap jujur, adil, transparan, akuntabel, profesional, efektif, dan efisien," ujarnya.
Tepat pukul 23.59 WIB malam tadi, pendaftaran pasangan bakal cagub-cawagub DKI di KPU DKI Jakarta telah di tutup. Empat pasangan dari partai politik yang terdaftar yaitu, Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung koalisi Partai Golkar, PPP dan PDS; Joko Widodo (Jokowi)- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diusung PDIP-Gerindra; Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) diusung Partai Demokrat dan 7 parpol; dan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini diusung PKS.
Sementara dua pasangan independen yaitu pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dan pasangan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria.
Pemungutan suara pilkada DKI akan digelar 11 Juli 2012 mendatang. Jika terjadi dua putaran, maka putaran kedua digelar Oktober 2012.
(rmd/ndr)











































