SBY: Krisis di Selat Hormuz Harus Dihentikan

SBY: Krisis di Selat Hormuz Harus Dihentikan

Luhur Hertanto - detikNews
Selasa, 20 Mar 2012 13:06 WIB
SBY: Krisis di Selat Hormuz Harus Dihentikan
Jakarta - Iran, Eropa dan Amerika Serikat harus secepatnya menyelesaikan krisis di Selat Hormuz. Krisis Selat Hormuz akan merugikan negara lain yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan mereka.

Demikian seruan Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-Moon atas perkembangan di Selat Hormuz. Seruan itu disampaikan dalam sesi keterangan pers bersama sesuai pertemuan mereka di Istana Bogor, Bogor, Selasa (20/3/2012).

"Harus dicegah konflik panjang di Selat Hormuz. Amerika, Eropa dan Iran mengusahakan yang terbaik," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selat Hormus merupakan jalur laut utama distribusi minyak dunia dari Timur Tengah. Dampak dari krisis sedang berlangsung, sudah pula dirasakan negara-negara di luar kawasan itu bahkan yang tidak ada kaitannya dampak permasalahan di sana.

"Kerugian sudah dirasakan seperti sekarang ini naiknya harga minyak dunia," imbuh SBY.

Menjawab pertanyaan mengenai penanganan situasi di Suriah, baik Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-Moon mendorong komunitas internasional turun tangan. Upaya menghasilkan resolusi di DK PBB yang gagal, bukan alasan berdiam atas berjatuhannya korban jiwa dari rakyat sipil.

"Walau Suriah negara berdaulat tapi kalau terjadi pelanggaran HAM, dunia tidak boleh tinggal diam," seru SBY.

"Liga Arab, PBB dan OKI harus bekerjasama menghentikan kekerasan yang berlansung dan mencari solusi bagi Suriah," imbuh SBY.

Terhadap pertanyaan yang sama, Sekjen PBB Ban Ki -Moon katakan ada tiga prioritas aksi yang harus dilaksanakan di Suriah oleh dunia. Menghentikan aksi kekerasan dan memfasilitasi dialog politik antar pihak bertikai.

"Ke tiga, membuka akses laut agar bantuan kemanusiaan bagi warga bisa masuk dan disalurkan," papar Ban Ki-Moon.

(lh/tfq)


Berita Terkait