Mereka merasa sangat terbebani dengan rencana tersebut karena akan berpengaruh kepada harga kebutuhan pokok yang lain, sedangkan pendapatan mereka saat ini saja sudah sangat minim.
"Sangat terbebani karena kami menggunakan BBM kurang lebih 10 liter per hari, bagaimana jika BBM naik?" kata Nurhadi, anggota Forum Nelayan (Fornel) Jepara. (20/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhadi juga menjelaskan para nelayan telah mendapatkan janji dari pemerintah akan mendapat bantuan berupa kapal dan Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Namun mereka menolak hal itu, mereka lebih memilih agar BBM tidak dinaikkan.
"Kami diiming-imingi kapal dan BLSM tapi kami menolak. Itu sama saja dengan mengobati peyakit dengan penyakit. Kami lebih memilih agar BBM tetap tidak naik," katanya.
Aksi dilanjutkan dengan berorasi di depan DPRD Jawa Tengah dan melakukan audiensi dengan anggota DPRD. Arif Awaludin dari Fraksi PKS Jateng dalam audiensinya menyatakan keberatan dengan kenaikan BBM di depan ratusan Nelayan.
"Dengan mengucap Bismillah, saya menyatakan keberatan dengan kenaikan BBM," ujar Arif.
Massa yang berjumlah ratusan tersebut terkumpul dari YLBHI-LBH Semarang, PPKLS, Fornel Jipara, Puspita Bahari Demak, FMPL Semarang, nelayan Tambaklorok Semarang, nelayan Wilujeng kendal.
Aksi dijaga ketat oleh ratusan personil polisi dan petugas anti huru-hara.
(alg/ndr)











































