"Akan berbeda, jadi program-program mereka di daerah belum tentu bisa diterapkan di sini," kata pakar tata kota, Yayat Supriatna, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (20/3/2012).
Yayat mengatakan, keberhasilan Jokowi dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Solo memang patut diacungi jempol. Namun, ia tidak yakin hal itu bisa dengan mudah diterapkan di Jakarta.
"PKL di sini dengan di Solo jumlahnyan beda. Di Jakarta, PKL bisa dijadikan komoditas bisnis cari untung, kuat tidak dia?" ungkapnya.
Alex Noerdin yang berhasil dengan program kesehatan gratis di Sumsel, juga diragukan. Menurutnya, hal seperti itu tidak mudah diterapkan karena banyaknya penduduk Jakarta yang hanya tingggal di Jakarta tanpa memiliki KTP Jakarta.
"Kalau di Sumsel sangat minim masyarakat urbanisasinya, dan Jakarta sangat kompleksitas. Intinya semua yang mereka lakukan bukanlah jaminan," tutup Yayat.
(rvk/mok)











































